tokoh-tokoh ekonomi

9 11 2010

TUGAS INDIVIDU

BIOGRAFI BESERTA HASIL-HASIL PEMIKIRAN ORANG-ORANG TERKEMUKA DALAM BIDANG EKONOMI DAN PENGERTIAN KONSEP-KONSEP DASAR EKONOMI

PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Konsep Dasar IPS

Dosen Pembimbing : Ganes Gunansyah, S.Pd, M.Pd

Oleh :

Nanda Dwi Novita

101644037

KELAS : A / 2010

S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2010

Tugas Pertemuan 10

  1. Carilah informasi biografi beserta hasil-hasil pemikiran orang-orang terkemuka dalam bidang ekonomi di bawah ini:
  2. Carilah pengertian konsep-konsep dasar ekonomi di bawah ini!
  • Adam smith
  • Friedrich Engels
  • Karl Marx
  • John Stuart Mill
  • John Maynard Keynes
KONSEP
§Kelangkaan sumberdaya (scarcity) 

§Produsen

§Jumlah permintaan

§Jumlah penawaran

§Kebutuhan ekonomi

§Konsumsi

§Gaji/pendapatan

§Keahlian khusus

§Pembeli dan penjual

§Produksi

§Barang publik

§Tabungan

§Pasar

§Penyewaan

§Peluang harga

§Pajak

§Pengangguran

§Sistem ekonomi

§Kemiskinan

§Barter

§Pertumbuhan ekonomi

§Sumberdaya produksi

§Sumberdaya alam

§Distribusi pendapatan

§Modal sumberdaya manusia 

§Pertukaran harga

§Produktivitas

§Ketergantungan

§Barang dan jasa

§Persaingan pasar

§Konsumen

§Pembagian kerja

§Bank

§Uang

§Keuntungan

§Harga, biaya dan pendapatan

§Monopoli dan oligopoli

§Hak milik tanah

§Pembayaran/transfer

§Pendapatan

§Wirausaha

§Koperasi

§Lembaga keuangan

§Inflasi

§Gross national product (GNP)

§Resesi ekonomi

§Defresi ekonomi

§Peraturan/regulasi pemerintah

Jawaban:

  1. 1. Biografi beserta hasil-hasil pemikiran orang-orang terkemuka dalam bidang ekonomi:
  • Adam Smith

Adam Smith dilahirkan di Skotlandia pada tahun 1723. Ia sangat berjasa dalam ilmu ekonomi melalui bukunya yang sangat populer : The Wealth of Nations yang kemudian mengantarkannya sebagai Bapak Ilmu Ekonomi. Ia seorang profesor filsafat moral, pendidik, seorang anak bangsawan dan bekerja sebagai pagawai tinggi bea cukai di Edinburg. Buku The Wealth of Nation atau kemakmuran bangsa-bangsa dianggap memiliki pengaruh yang hampir sama besarnya dengan Alkitab dan Das Kapital Karl Mark. J. Schumpeter, juga berpendapat bahwa buku Kemakmuran bangsa-bangsa mungkin merupakan suatu kerja ilmiah paling sukses yang diterbitkan sampai kini. Bahkan G. Schmoelder mengatakan : “Perkembangan ekonomi nasional dalam dua ratus tahun terakhir ini lebih banyak ditentukan oleh Adam Smith daripada oleh ahli-ahli ekonomi lainnya”. Smith juga terkenal karena tampil sebagai lawan dari merkantilisme. Pengertian ini terbentuk dari suatu politik ekonomi abad 16 yang salah satu pandangannya mengatakan bahwa kekayaan suatu bangsa terletak pada logam mulia yang dimilikinya. Selain itu, sikap Laissez faire (biarkan saja) adalah buah pemikiran Adam Smith yang lebih mengembangkan persaingan bebas merupakan sikap yang berlawanan dengan pemikiran merkantilisme maupun sosialisme. Sebuah pemikiran yang lain dari Smith yang cukup mendasar adalah bahwa Smith sangat memuji sifat mementingkan diri sendiri sebagai penggerak dari segala kagiatan ekonomi. Pada akhirnya Smith membuat sebuah tesis yang mengatakan bahwa kegiatan demi kepentingan diri sendiri yang tidak terhitung jumlahnya itulah yang mempertahankan jalannya ekonomi. Pada umur 13, Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral dibawah”si orang yang tidak boleh dilupakan” (sebagaimana Smith memanggilnya) Francis Hutcheson. Di sini, Smith mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan kebebasan berpendapat. Tahun 1740 dia dianugrahi Snell exhibition dan memasuki Kampus Balliol, Oxford, tetapi seperti William Robert Scott katakan, “Universitas Oxford dalam masanya memberikan sedikit jika bantuan manapun yang diberikan apa yang harusnya merupakan kerja seumur hidupnya,” dan dia meninggalkan universitas itu tahun 1746. Dalam Buku ke V dari The Wealth of Nations, Smith berkomentar pada instruksi kualitas rendah dan aktivitas intelektual yang berjumlah sedikit dibandingkan dengan di Skotlandia. komentarnya ditujukan pada orang-orang yang dianugerahi kekayaan dari kampus-kampus Oxford dan Cambridge, dimana membuat pemasukan dari para profesor tidak berdasarkan pada kemampuan mereka untuk menarik murid, dan pada fakta bahwa orang-orang yang menyaru sebagai men of letters bisa menikmati kehidupan lebih nyaman dari mentri di Church of England. Tahun 1748 Smith memulai menguliahi umum di Edinburgh dibawah bimbingan Lord Kames. Sebagian dari perkuliahannya menyinggung retorika dan belles-letters, tetapi nantinya dia akan mengambil subyek dari “kemajuan dari kesejahteraan,” dan nantinya, di pertengahan atau akhir abad duapuluh, dimana dia pertamakalinya mengemukakan filosofi ekonomi dari “sistem yang jelas dan sederhana dari kebebasan alamiah” dimana dia menyatakan hal tersebut ke khalayak dalam buku karangannya The Wealth of Nations. Pada sekitar tahun 1750 dia bertemu filusuf David Hume, yang merupakan seniornya terpaut sepuluh tahun. Hubungan dan kesamaan opini yang dapat ditemukan dalam detil dari tulisan mereka mencakup sejarah, politik, filosofi, ekonomi, dan agama menandakan bahwa mmereka berdua memiliki persekutuan intelektual yang dekat dan persahabatan dibanding orang lain yang mana akan memerankan peran penting selama Pencerahan di Skotlandia.[1], dia merutinkan The Poker Club dari Edinburgh. Tahun 1751 Smith ditunjuk sebagai ketua dewan logika di Universitas Glasgow, dipindahkan tahun 1752 ke Dewan filosofi moral Glasgow, pernah ditinggali oleh gurunya yang terkenal, Francis Hutcheson. Kuliahnya mencakup etika, retorika, jurispundens, politik ekonomi, dan “polisi dan keuntungan”. Tahun 1759 dia menerbitkan Teori dari Sentimen Moral, memasukan sebagian kuliahnya di Glasgow. Karya ini, yang membangun reputasi Smith masa itu, menjelaskan bagaimana komuikasi manusia bergantung pada simpati antara agen dan penonton (itu, sang individual dan anggota masyarakat yang lain). Analisanya pada evolusi bahasa terkadang superfisial, seperti yang ditunjukkan 14 tahun kemudian oleh penelitian yang lebih dalam pada bahasa primitif oleh Lord Monboddo[2]. dalam karyanya berjudul Asal Muasal dan Perkembangan Bahasa kapasitas Smith akan pengaruh, persuasif, atau argumen retorikal, lebih banyak dalam buktinya. Dia mendasarkan penjelasannya tidak, seperti Lord Shaftesbury ketiga dan Hutcheson lakukan pada “kepentingan moral”, juga tidak seperti Hume pada utilitarianisme, tetapi berdasarkan atas simpati. Smith sekarang memulai memberi perhatian lebih pada jurisprudensi dan ekonomi di dalam kuliahnya dan sedikit pada teorinya tentang moral. Kesan yang didapatkan sama ke pengembangan ide-idenya pada ekonomi politik dari catatan kuliahnya oleh seorang mahasiswa sekitar tahun 1763 yang nantinya diedit oleh Edwin Cannan[3], dan membentuk apa yang Scott, penemu dan penerbitnya, mendeskripsikannya sebagai “Bagian dari Draft Wealth of Nations”, yang bertanggal sekitar 1763. Karya Cannan muncul sebagai Kuliah dalam Keadilan, Polisi, Pajak dan Senjata. Sebuah versi lebih lengkap diterbitkan sebagai Kuliah dalam Jurispundensi di edisi Glasgow tahun 1976. Pada 1762 senat akademik dari Universitas Glasgow bertemu dalam titel Doktor Hukum Smith. Pada akhir 1763, dia mendapatkan tawaran menggiurkan dari Charles Townshend (yang dikenalkan ke Smith oleh David Hume), untuk mengajar anak tirinya, Duke of Buccleuch. Smith akhirnya pensiun dari keprofessorannya dan dari 1764-66 berkelana bersama muridnya, kebanyakan di Perancis, dimana dia datang untuk menemui pemimpin intelektual seperti Turgor, Jean D’Alembert, Andre Morrelet, Helvetius dan, khususnya, Frangois Quesnay, kepala dari Sekolah Psiokrat yang karyanya dihormati oleh Smith sangat tinggi. Dalam perjalanan pulangnyake Kirkaldy Smith dipilih menjadi anggota Royal Society dari London dan dia mendedikasikan kebanyakan sepuluh tahun berikutnya pada magnum opusnya, The Wealth of Nations, yang muncul tahun 1776. Buku tersebut diterima dengan baik dan membuat sang pengarang terkenal. Tahun 1778 Smith ditunjuk untuk menduduki pos sebagaikomisioner untuk cukai di Skotlandia dan hidup bersama ibunya di Edinburgh. Tahun 1783 dia menjadi salah satu pendiri Royal Society of Edinburgh dan dari tahun 1787 sampai 1789 dia mendaat posisi kehormatan Lord Rektor Universitas Glasgow. Dia meninggal di edinburgh pada 17 Juli 1790 karena sakit keras dan dikuburkan di Canogatw Kirkyard. Eksekutor literatur Smith ialah dua orang teman lama dari akademi dunia Skotlandia, fisikawan dan kimiawan Joseph Black, dan geolog pionir James Huton. Smith meninggalakan banyak catatan dan material yang tidak dipublikasikan, tetapi memberi instruksi untuk menghancurkan apapun yang tidak pantas dipublikasikan. Dia menyebut History of Astronomy cocok, dan muncul pada tahun 1795, bersama material lain,sebagai Essay on Philoshopical Objects.
Pengikut kontemporer Adam Smith termasuk John Millar. Sangat sedikit yang diketahui tentang Adam Smith selain dari apa yang bisa dideduksi dari karya-karyanya yang sudah diterbitkan. Semua paper pribadinya sudah dihancurkan setelah kematiannya. Dia tidak menikah dan sepertinya mempertahankan hubungan dekat dengan ibunya, dimana dia tinggal setelah pulang dari Perancis dan mendahului kematian Smith hanya 6 tahun berselang. Kesaksian kontemporer menjelaskan Smith sebagai eksentrik tetapi intelektual yang dermawan dan ramah, kepikunan yang komikal, dengan kebiasaan yang berulang tentang pidato dan memberi senyuman yang “ramah tanpa ekspresi.”[4] Kesabarannya disebut memiliki nilai penting dalam pekerjaannya sebagai administrasi Glasgow. Setelah kematiannya ditemukan bahwa sebagian besar pendapatannya disumbangkan secara rahasia olehnya. Telah terjadi beberapa debat terhadap pandangan relijius dari Adam Smith. Ayahnya memiliki ketertarikan besar pada Kekristenan [5] dan merupakan sayap moderat dari gereja Skotlandia (gereja nasional di Skotlandia sejak 1690). Smith mungkin pergi ke Inggris untuk meniti karir didalam Gereja Inggris: pernyataan ini kontroversial dan bergantung pada status eksibisi Snell. Di Oxford, Smith menolak Kristen dan dipercaya kalau dia pulang ke Skotlandia sebagai Deis. Ekonom Ronald Coase, bagaimanpun, telah menantang pandangan kalau Smith merupakan seorang Deist, menyatakan bahwa, ketika SMith mungkin dihubungkan sebagai “Arsitek Besar Alam Semesta”, sarjana lain telah “jauh melebih-lebihkan perluasan sampai dimana Adam Smith telah memasuki sebuah keyakinan dalam sebuah Tuhan Pribadi”. Dia mendasari analisa ini dari sebuah remark dalam The Wealth of Nations dimana Smith menulis kalau keingintahuan umat manusia tentang “fenomena luarbiasa dari alam” seperti “generasi, kehidupan, pertumbuhan dan kematian dari tanaman dan binatang” telah membuat manusia untuk “memasukkannya dalam akal sehat mereka”. Coase mencatat observasi Smith dimana: “Takhayul pertama-tama ditujukkan untuk memenuhi keingintahuan, dengan menghubungkan semua penampakan menakjubkan pada agensi tentang Tuhan”. Bagaimanapun, kepercayaan ini tidak bertentangan dnegan Deisme, sebuah sistem kepercayaan yang memegang ide sekptis tentang Tuhan pribadi. Tidak lama sebelum kematiannya Smith menghancurkan nyaris semua manuskrip miliknya. Pada tahun terakhirnya dia sepertinya telah merencanakan dua keterilmuan besar, satu dalam teori dan sejarah hukum dan satu dalam ilmu sains dan kesenian. Terbitan setelah kematiannya Essays on Philoshopical Subjects (1795) mungkin berisi bagian dari apa yang akan menjadi pembelokan selanjutnya. The Wealth of Nations menjadi berpengaruh karena telah dengan keras membuat bidang ekonomi dan perkembangannya kedalam disiplin yang sistematis dan berdiri sendiri. Dalam dunia barat, masih dibincangkan kalau ini merupakan buku paling berpengaruh dalam subyek tersebut yang pernah diterbitkan. Ketika buku tersebut menjadi manifestasi klasik melawan merkantilisme (teori dimana cadangan besar dari logam mulia merupakan keharusan bagi suksesi ekonomis), muncul di tahun 1776, ada kesadaran kuat untuk perdagangan bebas baik di Inggris maupun Amerika. Perasaan baru ini telah dilahirkan dari kesusahan keadaan ekonomi dan kemiskinan yang diakibatkan oleh Perang kemerdekaan Amerika. Bagaimanapun, pada saat publikasinya, tidak semua orang lantas yakin pada kelebihan perdagangan bebas: publik dan parlemen di Inggris masih memakai sistem merkantilisme untuk beberapa tahun kedepannya. The Wealth of Nations juga menolak pernyataan Psiokrat dalam pentingnya lahan, malah, Smith percaya bahwa buruh merupakan proritas tinggi, dan pembagian buruh akan berakibat pada kenaikan signifikan pada produksi. Smith memakai contoh dengan pembuatan jepitan. Satu pekerja bisa membuat duapuluh pin sehari. Tapi jika sepuluh orang dibagi menjadi delapanbelas langkah yang diperlukan membuat sebuah jepitan, mereka bisa membuat 48.000 jepitan dalam sehari. Nations sangat sukses, dan faktanya, hal ini mengakibatkan pengosongan sekolah ekonomi yang lebih tua dan ekonom lebih muda, seperti Thomas Malthus dan David Ricardo, fokus dalam memperbaiki teori Smith kedalam apa yang akan dikenal sebagai ekonomi klasik. Baik ekonomi modern dan, secara terpisah, ekonomi Marxisan bergantung sekali pada ekonomi klasik. Malthus mengembangkan ruminasi Smith dalam overpopulasi, sedangkan Ricardo percaya pada “hukum besi upah” – dimana ledakan populasi bisa mencegah upah melewati tingkat yang rasional. Smith memberi solusi pada kenaikan upah dengan kenaikan produksi, pandangan yang dianggap lebih akurat sekarang ini. Satu dari poin utama The Wealth of Nations adalah pasar bebas, ketika penampilannya kacau dan tidak teratur, sebenarnya dipandu untuk membuat nilai yang benar dan bermacam barang oleh “tangan-tangan tak terlihat” (sebuah imej yang dipakai Smith dalam Teory of Moral Sentiments, tetapi pertamakali dipakai dalam esai miliknya, “Sejarah Astronomy”). Jika sebuah kelangkaan produk terjadi, misalnya, maka harganya naik, membuat marjin keuntungan yang membuat insentif bagi yang lain untuk masuk ke produksi tersebut, dan mengatasi kelangkaan. Jika terlalu banyak produsen yang msauk ke pasar, kompetisi yang meningkat diantara para manufaktur dan kenaikan penawaran akan menurunkan harga di produk tersebut sampai titik dimana harga produksinya, harga natural. Bahkan jika keuntungan sampai kosong pada “harga natural”, maka akan ada insentif untuk memproduksi barang dan jasa, dan semua ongkos produksi, termasuk kompensasi untuk buruh pemilik, juga dimasukkan dalam harga barang jual. Jika harga jatuh dibawah keuntungan kosong, produsen akan keluar dari pasar, jika mereka berada diatas keuntungan kosong, produsen akan masuk ke pasar. Smith percaya kalau motif manusia seringkali egois dan tamak, kompetisi dalam pasar bebas akan bertujuan menguntungkan masyarakat seluruhnya dengan memaksa harga tetap rendah, dimana tetap membangun dalam insentif untuk bermacam barang dan jasa. Selain itu, dia cemas akan pebisnis dan melawan formasi monopoli. Smith dengan keras menyerang pembatasan antik oleh pemerintah dimana dia pikir batasan tersebut memundurkan ekspansi industri. Faktanya, dia menyerang hampir semua bentuk intervensi pemerintah dalam proses ekonomi, termasuk tarif, berpendapat bahwa hal tersebut membuat inefisiensi dan harga tinggi pada jangka panjang. Teori ini kemudian dikenal dengan “laissez-faire”, yang berarti “biarkan mereka lakukan”, mempengaruhi legislastif pemerintah di tahun-tahun berikutnya, khususnya selama abad ke 19. (Bagaimanapun dia tidak melawan pada pemerintahan. Smith menganjurkan edukasi publik bagi orang dewasa miskin, sistem institusional yang tidak non laba untuk industri swasta, judisiari, dan pasukan berdiri). The Wealth of Nations salah satu usaha terawal untuk mempelajari bangkitnya industri dan perkembangan ekonomi di Eropa, merupakan pengawal ke disiplin akademis modern dari ekonomi. Ini memberi salah satu rasional intelektual paling dikenal untuk perdagangan bebas dan kapitalisme, mempengaruhi secara luas tulisan ekonom selanjutnya. Ada beberapa kontroversi atas perluasan dari keaslian Smith dalam Wealth of Nations. Beberapa berpendapat kalau karya tersebut menambah hanya sedikit dari ide yang sudah ada sebelumnya dari Anders Chydenius (The National Gain 1765), David Hume dan Baron de Montesquieu. Sebenarnya, banyak dari teori Smith hanya menjelaskan tren sejarah dari merkantilisme dan menuju perdagangan bebas dimana telah dikembangkan selama beberapa dekade dan memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan pemerintah. Bagaimanapun, karya Smith merangkum ide mereka secara komperhensif, dan juga menjadi salah satu buku paling berpengaruh dan penting saat ini dalam bidang ekonomi.

  • Friedrich Engels

Friedrich Engels dilahirkan di Barmen, Wuppertal, Jerman, 28 November 1820 dan meninggal di London, 5 Agustus 1895 pada umur 74 tahun. Ia adalah anak sulung dari industrialis tekstil yang berhasil, sewaktu ia dikirim ke Inggris untuk memimpin pabrik tekstil milik keluarganya yang berada di Manchester, ia melihat kemiskinan yang terjadi kemudian menulis dan dipublikasikan dengan judul Kondisi dari kelas pekerja di Inggris (Condition of the Working Classes in England – 1844) Pada tahun 1844 Engels mulai ikut berkontribusi dalam jurnal radikal yang ditulis oleh Karl Marx di Paris. Kolaborasi tulisan Engels dan Marx yang pertama adalah The Holy Family. Mereka berdua sering disebut Bapak Pendiri Komunisme, di mana beberapa ide yang berhubungan dengan Marxisme sudah kelihatan. Bersama Karl Marx ia menulis Manifesto Partai Komunis – 1848. Setelah Karl Marx meninggal, ialah yang menerbitkan jilid-jilid lanjutan bukunya yang terpenting Das Kapital. Sepulang ke Barmen tahun 1844, Engels mulai menulis hasil pengamatannya di Inggris, yang kemudian menjadi karya non-fiksi pertama yang menggambarkan proses terbentuknya kelas proletar di Inggris. Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman tahun 1845, baru tahun 1892, lama sesudah Marx meninggal, buku itu diterbitkan dalam bahasa Inggris, dan berulangkali dicetak ulang di Britania Raya, Australia, dan AS (1969). Buku tentang sejarah terbentuknya kelas proletar di Inggris itu merupakan satu dari dua karya klasik Engels, yang ditulisnya sendiri. Karya klasiknya yang lain, yang ditulis setahun setelah Marx meninggal, adalah The Origin of the Family, Private Property and the State, in Light of the Researches of Lewis Henry Morgan, yang ditulis tahun 1884 (juga diterbitkan dalam Tucker 1978: 734-59). Karya Engels yang menyoroti lahirnya patriarki seiring dengan munculnya kapitalisme, banyak menimba informasi dari karya antropolog AS, Lewis H. Morgan (1818-81), Ancient Society or Researches in the Lines of Human Progress from Savagery, through Barbarism to Civilization (London, 1877), yang menggambarkan perkembangan masyarakat dari masyarakat tribal, khususnya persekutuan (konfederasi) Iroquois, ke masyarakat kapitalis masa kini, yang ditandai dengan pergeseran masyarakat dari sistem matrilinier ke patrilinier. Dalam konfederasi ini, yang aslinya bernama “Hau-De-No-Sau-Nee” (= Orang-orang dari Rumah Panjang) dan meliputi bangsa-bangsa Mohawk, Seneca, Cayuga, Oneida, Onondoga dan Tuskarora, berlaku kesetaraan gender dalam pimpinan marga, bangsa, maupun konfederasi. Wilayah konfederasi ini meliputi perbatasan AS dan Kanada sekarang. Dibantu oleh penyusunan kembali data Morgan oleh Marx, berjudul Ethnological Notebooks, Engels menulis The Origin sebagai ‘jawaban teoretis’ terhadap kebangkitan feminisme dalam gerakan sosialis di Jerman, yang terpicu oleh buku August Bebel, seorang sosialis Jerman, berjudul Die Frau in der Vergangenheit, Gegenwart, und Zukunft (1879). Buku Engels kemudian mengilhami menantu Karl Marx, Paul Lafarge (1842-1911) untuk menulis buku The Evolution of Property from Savagery to Civilization (1890), yang juga sangat menghargai komunisme purba. Makanya, buku Engels ini, yang mencita-citakan masyarakat komunis yang bebas dari patriarki, menjadi pegangan bagi para feminis Marxis (Marx 1981: 278; Akwesasne Notes 1978; Johansen 1982; Geoghegan 1987: 58-62; Vogel 1996; Putnam-Tong 1998: 150). Perjalanan pergi dan pulang ke/dari Inggris mengabadikan pertemuan, persahabatan, dan kolaborasi antara Engels dan Marx selama puluhan tahun. Engels pertama kali berkenalan dengan Marx di kantor redaksi Rheinische Zeitung di Koln, di mana Marx menjadi pemimpin redaksi. Engels waktu itu sedang dalam perjalanan menuju ke Inggris. Sewaktu berada di Inggris, Engels mengirimkan tulisan-tulisannya ke Marx, yang dimuat di Rheinische Zeitung. Sesudah Marx meletakkan jabatan di Rheinische Zeitung dan bersama Arnold Ruge menerbitkan Deutsch-Franzosische Jahrbuecher di Paris, Engels mengirimkan tulisannya, “Outlines of a Critique of Political Economy”, kepada Marx, yang dimuat di Jahrbeucher (Tucker 1978: xv-xvi). Sepulang dari Manchester, sekitar tanggal 28 Agustus 1844, Engels menemui Marx di Paris, dan sejak saat itulah mereka berdua mulai bekerjasama dengan sangat akrab. Tahun 1845, keduanya menulis buku The Holy Family, tahun 1845-46 mereka bersama-sama menulis buku The German Ideology, bulan Februari 1848 mereka menerbitkan Communist Manifesto di London, suatu pamflet bagi gerakan buruh yang mereka mulai bangun, dan antara 1848-49 keduanya bersama-sama mengedit koran Neue Rheinische Zeitung yang tetap diterbitkan di Koln (Tucker 1978: xv-xvi). Engels jugalah yang mulai mengajak Marx bekerjasama membangun gerakan buruh baru, dimulai dari Communist Correspondence Committees yang dibentuk di Brussels awal 1846, kemudian melebar ke London, Paris, Koln, dan kota-kota lain. Ini memang mudah bagi Engels, sebab selama masa magangnya di Inggris, ia sudah mulai bekerjasama dengan beberapa gerakan kiri (sosialis), yakni kelompok Chartist dan kelompok Owenite. Baru pada tahun 1864, keduanya ikut mendirikan International Working Men’s Association (IWMA), International pertama (Tucker, op. cit.; Carver 1996). Komplementaritas keduanya terletak pada fakta, bahwa ide-ide filosofis Marx yang sangat abstrak dapat ‘dibumikan’ dengan observasi Engels yang diangkat dari kondisi konkrit kehidupan kaum proletar dan kaum borjuis yang diamati Engels secara nyata. Engels jugalah yang mengajak Marx melihat kehidupan nyata di Manchester di musim panas 1845 (Tucker 1978: xvii; Carver 1996). Seperti dikemukakan E. Wilson: “Barangkali jasa terbesar Engels bagi Marx di masa itu adalah, menempatkan wajah para proletar Marx yang abstrak dalam suatu rumah dan pabrik yang nyata” [Perhaps the most important service that Engels performed for Marx at this period was to fill the blank face and figure of Marx’s abstract proletarian and to place him in a real house and a real factory] (Dennehy 1996: 99). Kemampuan Engels menjembatani dunia borjuis dan proletar terbantu oleh kehidupannya bersama Mary Burns. Sementara itu, kemampuan Engels menjembatani dunia filsafat dan kondisi lapangan terbantu oleh kuliah-kuliah filsafat yang diikutinya di Universitas Berlin antara tahun 1841-42, semasa dia mengikuti dinas militer di Angkatan Darat Prusia. Waktu itulah ia mengikuti diskusi-diskusi kaum Hegelian Muda, sumber inspirasi Marx muda setamat kuliah filsafatnya di Universitas Jena. Selama di Berlin, Engels membaca kritik Ludwig Feuerbach terhadap agama Kristen, The Essence of Christianity (1841). Tulisan itu, yang terbit dua bulan sebelum Marx menyerahkan disertasi doctor filsafatnya, juga mempengaruhi Marx sehingga ia menolak idealisme Hegel dan mengadopsi materialisme Feuerbach (McLellan 1972: 283;Tucker 1978: xv; Dennehy 1996: 102). Dengan membaca biografi Engels begini tampaklah bahwa putra kapitalis Jerman itu bukan seorang dermawan yang mendukung riset Marx dengan agenda tersembunyi (agenda pro-kapitalis). Memang, ia menyunting naskah-naskah Marx untuk karya besarnya, Das Kapital, yang tidak terbengkalai setelah Marx meninggal (14 Maret 1883), 12 tahun sebelum Engels (meninggal 5 Agustus 1895). Tapi kemampuan Engels menyunting naskah-naskah itu menjadi jilid 2 dan 3 Das Kapital, disebabkan oleh konvergensi pikiran mereka berdua, yang sudah mereka sadari puluhan tahun sebelumnya. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa Engels punya identitas sendiri, yang ikut mempengaruhi karya mereka. Sebagai seorang industriawan, Engels lebih mahir dalam soal hitung menghitung, sementara Marx lebih melihat dinamika di antara kategori-kategori besar. Sebagai industriawan Engels juga lebih tergila-gila pada iptek, khususnya “science “, sehingga menempelkan predikat “ilmiah” kepada sosialisme Marx, untuk membedakannya dengan aliran-aliran sosialisme sebelumnya. Lalu, berbeda dengan Marx, yang lebih banyak menyoroti penderitaan buruh perempuan dari sudut hiperkes, Engels menyoroti sejarah munculnya patriarki, walaupun belum mengenal konsep tersebut secara eksplisit.  Kendati demikian, dengan rendah hati Engels selalu mengakui bahwa kemampuan berfikir dia jauh di bawah Marx, dan menyatakan sangat bangga dapat bekerjasama dengan Marx. Namanya pun tidak tercantum dalam pikiran yang mereka kembangkan, berdua. Namun sudah saatnya orang mempelajari buah pikiran Engels sebagai Engels, dan bukan sebagai “kembaran” Marx.

  • Karl Marx

Karl Marx dilahirkan di Trier, Jerman pada tanggal 2 Mei 1818 sebagai anak pengacara yang tidak kaya. Marx adalah seorang teoritikus yang handal, tokoh sosialis Jerman dan Bapak gerakan sosial demokrasi dan komunisme. Dalam setiap buku yang ditulisnya seperti Manifesto Partai Komunis maupun Das Kapital, Marx selalu melihat adannya sistem penghisapan dalam kapitalisme. Teman Marx Friedcirh Engels, menamakan jilid pertama rangkaian buku Marx sebaga Kitab suci kaum buruh. Karl Marx sangat yakin bahwa dengan bukunya Das Kpital, ia telah menyumbangkan sesuatu untuk pembebasan manusia. Untuk itu Marx bersedia berkorban. Ia mencatat : “Aku tidak percaya, bahwa dalam keadaan kurang uang seperti itu akan ditulis mengenai masalah uang”. Upaya praktis bahkan dengan mengerahkan massa sekalipun, akan dijawab dengan meriam saat upaya itu dianggap berbahaya. Tetapi, gagasan yang dapat mengalahkan intelektual kita dan yang menaklukkan keyakinan kita, gagasan yang dapat membekukan kesadaran kita, merupakan belenggu-belenggu dimana seseorang hanya bisa lepas darinya dengan mengorbankan nyawanya; gagasan-gagasan itu seperti setan sehingga orang hanya dapat mengatasinya dengan menyerahkan kepadanya (Marx, 1842/1977:20). Marx menikah pada 1843 dan tak lama kemudian ia terpaksa meninggalkan Jerman untuk mendapatkan suasana yang lebih liberal di Paris. Di Paris ia terus bergulat dengan gagasan Hegel dan pendukungnya,  tetapi ia juga menghadapi dua kumpulan gagasan baru sosialisme Perancis dan ekonomi politik Inggris. Dengan cara yang unik ia menggabungkan Hegelianisme, sosialisme dan ekonomi politik yang kemudian menentukan orientasi intelektualnya. Hal yang sangat penting pula adalah pertemuannya dengan orang yang kemudian menjadi teman seumur hidupnya, donatur dan kolaboratornya yakni Fredrich Engels (Carver, 1983). Engels anak pengusaha pabrik tekstil menjadi seorang sosialis yang mengkritik kondisi kehidupan yang dihadapi kelas buruh. Banyak diantara rasa kasihan Marx terhadap kesengsaraan  kelas buruh berasal dari paparannya kepada Engels dan gagasannya sendiri. Tahun 1844 Marx dan Engels mengadakan diskusi panjang di sebuah café terkenal di Paris dan meletakkan landasan kerja untuk bersahabat seumur hidup. Mengenai diskusi itu Engels berkata, “Kesepakatan lengkap kami dalam semua bidang teori menjadi nyata dan perjanjian kerjasama kami mulai sejak itu” (McLellan, 1993:131). Di tahun berikutnya menerbitkan karya The Condition of The Working Class in England. Selama periode itu Marx menerbitkan sejumlah karya yang sukar dipahami (kebanyakan belum diterbitkan semasa hidupnya) termasuk The economic and Philosophic Manuscripts of 1844 yang menandakan  perhatiannya terhadap bidang ekonomi makin meningkat. Meski Marx dan Engels mempunyai orientasi teoritis yang sama, namun ada juga beberapa perbedaan diantara mereka. Marx cenderung menjadi seorang intelektual teoritisis yang kurang teratur dan sangat berorientasi kepada keluarganya. Engels adalah pemikir praktis, rapi dan pengusaha teratur dan orang yang tak percaya pada lembaga keluarga.  Meski mereka berbeda Marx dan Engels menempa kerjasama yang akrab sehingga mereka berkolaborasi dalam menulis buku dan artikel dan bekerjasama dalam organisasi radikal, dan bahkan Engels membantu membiayai Marx selama sisa hidupnya sehingga memungkinkan Marx mencurahkan perhatian pada kegiatan intelektual dan politiknya. Meski ada asosiasi erat antara nama Marx dan Engels, namun Engels menjelaskannya bahwa ia adalah teman junior. Marx mampu berkarya sangat baik tanpa aku. Aku tak pernah mencapai prestasi seperti yang dicapai Marx. Pemahaman Marx lebih tinggi, pengamatannya lebih jauh dan pandangannya lebih luas serta lebih cepat ketimbang aku. Marx adalah jenius (Engels, dikutip dalam McLellan, 1973 : 131-132). Banyak yang percaya bahwa Engels gagal memahami berbagai seluk beluk karya Marx. Setelah Marx meninggal, Engels menjadi juru bicara utama teori Marxian dan dalam berbagai cara menyimpangkan dan terlalu menyederhanakannya, meski ia tetap setia terhadap perspektif politik yang ia tempa bersama Marx. Karena beberapa tulisannya telah mengganggu pemerintah Prusia, pemerintah Perancis (atas permohonan Prusia) mengusir Marx tahun 1845 dan karenanya Marx pindah ke Brussel. Radikalismenya meningkat dan ia menjadi anggota aktif gerakan revolusioner internasional. Ia pun bergabung dengan Liga Komunis dan bersama Engels diminta menulis anggaran dasar liga itu. Hasilnya adalah Manifesto Komunis 1848, sebuah karya besar yang ditandai oleh slogan-slogan politik yang termasyhur (misalnya, “Kaum buruh seluruh dunia, bersatulah!”). Tahun 1894 ia pindah ke London dan, mengingat kegagalan revolusi politik tahun 1848, ia mulai menarik diri dari aktivitas revolusioner dan beralih ke kegiatan riset yang lebih rinci tentang peran sistem kapitalis. Studi ini akhirnya menghasilkan tiga jilid buku das Kapital. Jilid pertama diterbitkan tahun 1867; kedua jilid lainnya diterbitkan sesudah ia hidup dalam kemiskinan, membiayai hidupnya secara sederhana dari honorarium tulisannya dan bantuan dana dari Engels. Tahun 1864 Marx terlibat kembali dalam kegiatan politik, bergabung dengan “The International”, sebuah gerakan buruh internasional. Ia segera menonjol dalam gerakan itu dan mencurahkan perhatian selama beberapa tahun untuk gerakan itu. Ia mulai mendapat popularitas, baik sebagai pemimpin internasional maupun sebagai penulis das Kapital. Perpecahan gerakan Internasional tahun 1876, kegagalan berbagai gerakan revolusioner dan penyakit-penyakit, akhirnya membuat Mark ambruk. Istrinya wafat tahun 1881, anak perempuannya tahun 1882 dan Marx sendiri wafat di tahun 1883.

  • John Stuart Mill

John Stuart Mill lahir pada tahun 1806 dan meninggal dunia pada tahun 1973. Mill adalah seorang filsuf empiris dari Inggris. Ia juga dikenal sebagai reformator dari utilitarianisme sosial. Ayahnya, James Mill, adalah seorang sejarawan dan akademisi. Ia mempelajari psikologi, yang merupakan inti filsafat Mill, dari ayahnya. Sejak kecil, ia mempelajari bahasa Yunani dan bahasa Latin. Pada usia 20 tahun, ia pergi ke Perancis untuk mempelajari bahasa, kimia, dan matematika. Menurut Mill, psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan dasar yang menjadi asas bagi filsafat. Disini, pandangannya berbeda dengan Comte. Tugas psikologi adalah menyelidiki apa yang disajikan oleh kesadaran, artinya sistem indrawi manusia dan hubungan-hubungannya. Mill berpendapat bahwa satu-satunya sumber bagi segala pengenalan adalah pengalaman. Oleh karena itu, induksi menjadi jalan kepada pengenalan. Di dalam etika, Mill melihat hubungan timbal-balik antara manusia secara pribadi dengan masyarakat atas dasar prinsip utilitarianisme. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan oleh manusia bertujuan membawa kepuasan bagi dirinya sendiri secara psikologis, bukan orang lain atau nilai-nilai. John Stuart Mill menyatakan bahwa ada dua sumber pemikiran utilitarianisme. Pertama, dasar normatif artinya suatu tindakan dianggap benar kalau bermaksud mengusahakan kebahagiaan atau menghindari hal yang menyakitkan, dan buruk kalau bermaksud menimbulkan hal yang menyakitkan atau tidak mengenakkan. dan Kedua, dasar Psikologi artinya dalam hakikat manusia berasal dari keyakinannya bahwa kebanyakan, dan mungkin saja semua, orang punya keinginan dasar untuk bersatu dan hidup harmonis dengan sesama manusia (Salam, 1997: 77-78). Utilitarianisme menggunakan utility (manfaat) atau kebahagiaan terbesar (the greatest happiness) sebagai dasar moralitas. Dasar tersebut menyatakan bahwa tindakan adalah benar jika condong untuk menambah kebahagiaan atau salah jika condong untuk menimbulkan keburukan (Titus, Smith, dan Nolan, 1984: 149). Jadi suatu tindakan adalah baik hanya jika memaksimalkan ,kebahagiaan manusia dan hasil akhir dari suatu tindakan jauh lebih penting dari pada motivasi di belakangnya. Artinya, memaafkan kebohongan bilamana memiliki faedah (yakni kegunaan) yang memadai untuk lebih membantu orang dari pada mencelakakannya. Dengan demikian, misalnya mencuri bisa diterima secara moral, jika mencuri dikarenakan untuk memberi makan anak-anak yang kelaparan (Palmquist, tth: 300). Karena tujuan perbuatan manusia dan ukuran moralitas adalah hidup bebas dari kesedihan, dan kaya se kaya-kaya nya dalam kesenangan, baik dalam kualitas maupun kuantitasnya. Bagi Mill kebajikan tidaklah berlawanan dengan kebahagiaan. Kebajikan adalah salah satu unsur yang membuat bahagia (Poespoprodjo, 1999: 62-63). Lebih dari itu lanjut Mill, tolak ukur moralitas kebahagiaan kaum utilitarianisme bukan kebahagiaan pelaku saja, melainkan demi kebahagiaan semua. Mungkin akan muncul pertanyaan: apa yang dapat menggerakkan saya untuk berkurban demi kebahagiaan orang lain? Untuk menjawab pertanyaan ini Mill memakai teori psikologi tentang asosiasi: Asal saja orang membiasakan diri untuk mengaitkan kebahagiaan nya sendiri dengan kebahagiaan seluruh masyarakat, maka motivasi untuk mengusahakan kebahagiaan sendiri juga akan mendorongnya untuk mengusahakan kebahagiaan masyarakat (Suseno, 1998: 174). Menurut Mill, semula manusia memang bukan menginginkan keutamaan (atau uang dan sebagainya) demi dirinya sendiri, melainkan hanya sebagai sarana untuk menjadi bahagia. Karena manusia menyadari bahwa ia hanya dapat menjadi bahagia apabila memiliki keutamaan, maka ia mengusahakan agar ia memilikinya. Tetapi dengan terus mengejar keutamaan, lama-kelamaan keutamaan dikaikan sedemikian erat dengan kebahagiaan sehingga seakan-akan menjadi bagian dari kebahagiaan (Suseno, 2003: 184). Bagi Mill bahwa keinginan untuk memeroleh kesenangan yang besar merupakan satu-satunya motif tindakan individu, dan bahwa kebahagiaan yang paling besar dari setiap orang merupakan patokan bagi kebaikan masyarakat dan sekaligus menjadi tujuan dari semua tindakan moral Kebahagiaan adalah kesenangan (pleasure) dan bebas dari perasaan sakit (pain) sedang ketidakbahagiaan berarti adanya perasaan sakit (pain) dan tidak adanya kesenangan. Maka, Ada dua hal yang dapat dipahami, Pertama, moralitas tindakan diukur dari sejauh mana diarahkan kepada kebahagiaan, dan Kedua, kebahagiaan sendiri terdiri atas perasaan senang dan kebebasan dari rasa sakit (Suseno, 2003: 181). Bagi Mill kebahagiaan terbagi dalam enam disposisi, yaitu: Pertama, baik dalam bidang pikir maupun kerja, terdapat konsekuensi-konsekuensi senang dan susah. Satu-satunya yang diinginkan ialah kesenangan, sebagai konsekuensi logis. Kedua, dari segi psikologi, di mana pun manusia berada, apa pun yang mereka kerjakan,sudahmenjadi wataknya, manusia itu selalu mendambahkan/menginginkan kesenangan. Diantara kesenangan-kesenangan itu sendiri kualitasnya tidak sama. Sudah tentu orang akan memilih jenis kesenangan yang menurut anggapannya lebih baik dan lebih sesuai dengan dirinya. Keempat, bahwa kesenangan itu sendiri dapat dirasakan oleh banyak orang. Bila masih ada hal-hal lain yang diperlukan di luar dari kesenangan maka hal-hal lain itu tidak lebih daripada pelengkap dari kesenangan itu sendiri. Kelima, bahwa bila terdapat dua jenis kesenangan yang dianggap sama, maka yang dijadikan kriteria untuk memilih mana di antaranya yang terbaik, maka dipilihlah yang paling lama memberikan kesan, yang paling lama dapat dinikmati tanpa mengaitkan penilaian itu dengan biayanya. Keenam, bahwa kesenangan itu adalah merupakan suatu yang paling pantas diterima oleh seseorang yang telah bekerja, telah berusaha dan telah berjuang dalam hidupnya (Salam,1997: 92-93). Mill berusaha menunjukkan bahwa kebahagiaan mempunyai karakteristik kualitatif dan kuantitatif. Sehingga bukan merupakan penyimpangan dari prinsip utilitas dengan mengakui kenyataan bahwa beberapa jenis kesenangan mempunyai kualitas lebih tinggi dibandingkan yang lain. Satu orang mungkin lebih memilih satu kesenangan dari kesenangan lainnya meskipun itu diperoleh dengan ketidakpuasan yang lebih besar. Individu yang bijak menuntut lebih dari sekedar kesenangan lahiriah (sensual pleasure) untuk membuatnya bahagia. Bagi orang seperti ini, ketidakpuasan di bawah kondisi tertentu lebih baik dari kepuasan. ”Lebih baik menjadi manusia yang tidak puas daripada menjadi babi yang puas; lebih baik menjadi Sokrates daripada orang tolol yang puas (Schmandt, 2002: 455-456). Bagaimana orang bisa menentukan manakah dari dua kesenangan yang mempunyai nilai lebih intrinsik? Mill menyatakan bahwa keputusan dari orang yang mengalami kedua kesenangan itu harus dijadikan pedoman. Karena perbandingan antara kualitas kesenangan pada dasarnya tidak berbeda dengan perbandingan kuantitas, bahkan perbandingan yang disebut terakhir ini harus dijadikan acuan sebagai keputusan orang yang paling kompeten (Schmandt, 2002: 456). Utilitarianisme mengungkap suatu penghayatan moral yang kritis dan rasional. Tidak diakui bahwa ada tindakan-tindakan yang pada dirinya sendiri wajib atau terlarang. Pada dirinya sendiri semua tindakan dianggap netral. Yang memberi nilai moral kepada tindakan-tindakan itu ialah tujuannya dan akibat-akibatnya sejauh dapat diperhitungkan sebelumnya. Misalnya hal hubungan seks di luar perkawinan. Seorang utilitaris tidak akan menerima bahwa hal itu begitu saja tidak boleh. Ia akan menuntut agar diberikan alasan-alasan yang masuk akal dengan mempertimbangkan akibat-akibat baik dan buruk dari hubungan seks di luar perkawinan, baru ia memberi penilaian apakah boleh atu tidak (Suseno, 2002: 124). Utilitarianisme sebagai pendirian etis terasa masuk akal, tidak dapat dipersoalkan karena memang jelas yang disikapi. Apa arti berbuat baik bila tak mendatangkan kegunaan, manfaat, keuntungan apa pun macam dan tingkatnya? Menurut Utilitarianisme semua perbuatan baru dapat dinilai jika akibat dan tujuannya sudah dipertimbangkan. Sebelum itu netral; semua peraturan tidak dengan sendirinya harus ditaati. Sebelum ditaati, peraturan itu harus dipertanggungjawabkan akibatnya bagi mereka yang terkena. Karena pada hakekatnya manusia tidak hidup sendirian, tetapi bersama-sama orang lain dan harus memperhitungkan mereka dalam perilaku dan tindakannya (Mangunhardjo, 2000: 229). Mill menolak anggapan bahwa utilitarianisme sama dengan opurtunisme yang selalu memilih apa yang paling bermanfaat. Bagi Mill prinsip manfaat hanya kalau dapat membenarkan tuntutan mutlak seperti jangan berbohong, karena kalau larangan itu mutlak, kepercayaan antara manusia dapat dipertahankan., padahal kepercayaan itu amat diperlukan, kecuali itu memang ada kemungkinan suatu kekecualian dan hal itu juga diakui oleh etika-etika yang bukan utilitaristik. Bagitu pula sangkaan bahwa tidak mungkin manusia selalu mempertimbangkan segala akibat tindakannya tidak kuat, karena akibat kebanyakan tindakan sudah disadari manusia berdasarkan pengalaman umat manusia selama beribu-ribu tahun (Suseno, 1998: 175). Manusia mencari bentuk kesenangan yang lebih tinggi, tujuan moralnya lebih pasti dan kesadaran sosialnya lebih tajam hanya jika mereka memahami diri mereka dengan benar. Akan tetapi, intitusi dan praktik masyarakat yang terorganisir seringkali sangat menghalangi pencerahan dan kemajuan intelektual seseorang, dan konsekuensi logisnya kesenangan yang dicari manusia seringkali mempunyai tingkat yang rendah (Schmandt, 2002: 458). Sebenarnya tak ada masalah dalam menyediakan motif bagi kegunaan. Pada dasarnya motif itu telah tersedia dalam bentuk-bentuk simpati kemanusiaan yang sederhana atau perasaan terhadap sesama. Jika manusia memahami dirinya sendiri secara cukup, dan tidak disesatkan oleh konsepsi-konsepsi yang keliru tentang situasi manusia yang ditanamkan melalui agama yang buruk, filsafat yang buruk, dan pemerintah yang buruk, kemajuan moral manusia akan berjalan lebih cepat. Yang paling diperlukan bagi pencerahan pada saat ini adalah kebebasan. Karena kebebasan adalah sarana dan sekaligus tujuan, suatu syarat bagi kesejahteraan umum dan komponen intrinsik bagi kebahagiaan pribadi. Karena kebebasan merupakan kebaikan tertinggi yang bisa diwujudkan oleh masyarakat yang terorganisir (Aiken, 2002: 178-179). Satu-satunya tindakan individu, di mana ia setuju dengan masyarakat adalah tindakan yang menyangkut orang lain. Kebaikannya sendiri, baik fisik atau moral, bukanlah suatu justifikasi yang mencukupi bagi negara untuk melakukan kegiatan intervensi. Intervensi publik diperbolehkan ketika individu menimbulkan kerusuhan atu melalaikan keluarga. Dalam membuat garis batas kebebasan manusia, Mill mendata tiga kategori utama: Kebebasan berbicara, mendapatkan pekerjaan dan berkumpul. Tidak ada masyarakat yang bisa disebut bebas jika tiga kebebasan tersebut tidak dihormati, apapun bentu kepemerintahannya. Untuk menjustifikasi kebebasan-kebebasan tersebut, Mill menggunakan argumentasi yang sangat pragmatis dan utilitarian. Adalah penting manusia mengekspresikan kebebasannya karena pertama, pendapatnya mungkin benar. Kedua, meskipun pendapatnya mungkin salah. Ketiga, apakah pendapatnya salah atau benar, ia mendorong pemikiran dan respon. Bahaya khusus dari menyembunyikan pendapat adalah dalam merampas harkat manusia: orang-orang yang tidak menerima pendapat masih lebih banyak dari mereka yang menerima. Jika pendapatnya benar, maka mereka tidak mempunyai kesempatan mengganti kesalahan dengan kebenaran; jika salah, mereka kehilangan manfaat besar, persepsi yang lebih jelas dan kesan yang lebih hidup akan kebenaran, yang ditimbulkan oleh benturannya dengan kesalahan (Schmandt, 2002: 460). Akan tetapi kebebasan-kebebasan tersebut tidak berlaku sepanjang waktu dan dalam semua keadaan. Tindakan tidaklah sebebas pendapat dan bahkan kehilangan kebebasannya jika lingkungan di mana pendapat itu dinyatakan menunjukkan dorongan positif pada tindakan kejahatan. Di samping itu, kebebasan bertindak dan berbicara hanya berlaku bagi mereka yang sudah dewasa. Anak-anak tidak mempunyai hak karena mereka masih dalam tahap di mana mereka harus dilindungi dari tindakan yang merugikan yang berasal dari orang lain dan diri mereka sendiri (Schmandt, 2002: 462). Selain itu, membatasi kebebasan individu seseorang adalah untuk melindungi kebebasan orang lain. Karena tanpa kebebasan seorang pribadi tidak dapat menyadari bakat dan kebahagiaannya (Solomon dan Higgins, 2002: 459-460).

  • John Maynard Keynes

John M. Keynes lahir di Cambridge, Inggris pada tanggal 5 Juni 1883. Ayahnya seorang ahli matematika dan ekonomi Universitas Cambridge dan ibunya adalah walikota selama beberapa tahun disebuah kota kecil. Keynes dianggap sebagai seorang ekonom yang paling berpengaruh dalam abad 20. Bagi pengikut-pengikutnya ia lebih dari sekedar ekonom yang berpengaruh, mereka bahkan menempatkan Keynes setingkat dengan Sigmund Freud, si penemu teori Psikoanalisa. Melalui bukunya yang sangat terkenal The general theory on employment, interest is money pada tahhun 1936 yang merupakan suatu revolusi total dalam pemikiran ilmu ekonomi dan sarana bagi kebijaksanaan ekonomi untuk mengatasi keadaan depresi secara aktif, pemikiran Keynes dianggap mampu menggoyahkan Ekonomi Nasional Klasik dari Adam Smith. Secara moral, Keynes lebih banyak bertumpu pada dasar-dasar teori yang abstrak daripada pengalaman konkret. Sehingga pengangguran massal diakhir tahun 1920an memberinya gagasan untuk memikirkan kesempatan kerja penuh. Hal ini timbul dari pengamatan umum, bahwa pengangguran akan menghancurkan demokrasi, meskipun ia sendiri tidak tertarik terhadap kehidupan orang-orag kecil. Keynes juga tercatat sebagai bendaharawan King’s College sejak tahun 1908 ia wafat. Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) dan pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yang tidak disadari untuk kebangkitan yang lebih hebat lagi dan militerisme dan autarki Jerman. Ternyata apa yang diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, dan pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yang jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya. Pada bulan Desember tahun 1919 itu pulalah Keynes menerbitkan bukunya yang berjudul The Economic Consequences of the Peace (Konsekuensi ekonomi dan perdamaian ) yang membuat Keynes terkenal. Dan tahun 1921 sampai 1938 ia menjabat sebagai presiden komisaris dan National Mutual Life Assurance Society dan memimpin suatuperusahaan investasi.
Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi hasil pemikirannya yang terpenting dan terkenal hingga sekarang yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money (Teori Umum mengenai Lowongan/Peluang Kerja, Bunga dan Uang
tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) dan pada tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yang sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yang sangat besar itu.
Pada juli 1944 Keynes juga pernah memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter dan Keuangan PBB di Bretton Woods, Anierika Dan konferensi itu lahirlah apa yang dikenal dengan Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development).
Tahun 19445 Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan (Kredit Inggris Amerika). Masih banyak karya pemikiran Keynes mengenai ekonomi dan keuangan. Seperti hasil pemikiran-pemikirannya yang berjudul Indian Currency and Finance (1913), A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923), American ed., Monetary Reform (1924), a. Short View Of Russia (1925), The Economic Consequences of Mr Churchill (1925), The End Of Laissez Fair (1926), san Essays in Biography (1933).

  1. 2. Konsep-konsep dasar ekonomi :
  • Kelangkaan sumberdaya (scarcity) adalah situasi atau keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia dan terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.
  • Produsen adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan.
  • Jumlah permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dibeli dipasar tertentu pada saat tertentu dengan harga tertentu pula.
  • Jumlah penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dibeli dipasar tertentu pada saat tertentu dengan harga tertentu pula.
  • Kebutuhan ekonomi adalah kebutuhan yang digunakan manusia untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan kehidupannya.
  • Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.
  • Gaji / pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan / atau jasa kepada pelanggan.
  • Keahlian khusus adalah suatu keahlian yang yang tidak semua orang miliki dan hanya sebagian orang saja yang bisa melakukan keahlian itu.
  • Pembeli dan penjual adalah orang yanng melakukan suatu kegiatan pemindahan hak memiliki barang dri produsen ke konsumen dan orang yang melakukan suatu kegiatan menyediakan barang untuk didistribusikan atau dimiliki oleh konsumen.
  • Produksi adalah suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
  • Barang publik adalah barang yang memiliki sifat non-rival dan non-eksklusif. Ini berarti konsumsi atas barang tersebut oleh suatu individu tidak akan mengurangi jumlah barang yang tersedia untuk dikonsumsi oleh individu lainnya dan noneksklusif berarti semua orang berhak menikmati manfaat dari barang tersebut.
  • Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan / atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  • Pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli antara penjual dan pembeli.
  • Penyewaan adalah sebuah persetujuan di mana sebuah pembayaran dilakukan atas penggunaan suatu barang atau properti secara sementara oleh orang lain.
  • Peluang harga adalah kesempatan untuk menentukan nilai barang atau uang yang akan dirupakan.
  • Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung.
  • Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
  • Sistem ekonomi adalah aturan atau susunan kegiatan yang digunakan dalam setiap proses pemenuhan kebutuhan manusia.
  • Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
  • Barter adalah kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi tanpa perantaraan uang.
  • Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kualitatif maupun kuantitatif kegiatan pemenuhan kebutuhan manusia yang meningkat dari yang rendah ke yang tinggi.
  • Sumberdaya produksi adalah sumber/bahan/tenaga yang dipakai untuk menghasilkan suatu barang atau jasa.
  • Sumberdaya alam adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia.
  • Distribusi pendapatan adalah penyaluran hasil kerja atau pendapatan hasil kerja (usaha).
  • Modal sumberdaya manusia adalah modal yang dipergunakan untuk memberdayakan potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi.
  • Pertukaran harga adalah bertukar atau mempertukarkan harga yang ada dipasaran.
  • Produktivitas adalah suatu konsep yang menunjang adanya keterkaitan hasil kerja dengan sesuatu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari tenaga kerja.
  • Ketergantungan adalah keadaan seseorang yang belum bias memikul beban hidup atau tanggungan hidup.
  • Barang dan jasa adalah suatu objek atau jasa yang memiliki nilai dan aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.
  • Persaingan pasar adalah usaha yang memperlihatkan keunggulan masing-masing yang dilakukan oleh perseorangan pada bidang perdagangan.
  • Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
  • Pembagian kerja adalah perolehan atau penerimaan yang diperuntukan untuk para pencari kerja.
  • Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
  • Uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
  • Keuntungan adalah penghasilan yang dicapai seseorang setelah dikurangi modal awal.
  • Harga, biaya, dan pendapatan adalah nilai barang yang ditentukan atau dirupakan dengan uang dan uang yang dikeluarkan untuk pengadaan sesuatu serta jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan / atau jasa kepada pelanggan.
  • Monopoli dan oligopoli adalah situasi yang pengadaan barang daganganya, sekurang-kurangnya sepertiganya dikuasai oleh satu orang atau sekelompok orang sehingga harganya dapat dikendalikan dan situasi pengadaan barang dagangan, yang dikuasai dua orang atau dua kelompok orang sehingga harganya tidak bisa dikendalikan dan memerlukan kesepakatan antara dua pemegang kekuasaan tersebut.
  • Hak milik tanah adalah hak kepemilikan atas tanah tertentu.
  • Pembayaran / transfer adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang setelah melakukan pembelian.
  • Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan / atau jasa kepada pelanggan.
  • Wirausaha adalah orang atau badan yang bias mendirikan usaha sendiri atau menciptakan lapangan pekerjaan.
  • Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum.
  • Lembaga keuangan adalah lembaga dalam dunia keuangan yang bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah.
  • Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang.
  • Gross national product (GNP) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
  • Resesi ekonomi adalah kelesuan dalam perdagangan industri dengan ditandai menurunnya pasar dalam pemakaian barang-barang.
  • Defresi ekonomi adalah pertahanan dalam bidang ekonomi.
  • Peraturan / regulasi pemerintah adalah bentuk perundang-undangan yang disusun atau ditetapkan oleh presiden untuk melaksanakan UUD.
About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: